Random

Jelang ramadhan siswa kelas XII sudah tuntas melaksanakan serangkaian ujian dan penilaian.

Mereka tinggal menanti pengumuman kelulusan tanda berakhirnya label menjadi siswa di sekolah.

Untuk  itu saya memiliki waktu yang relatif luang karena tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar di kelas XII. 

Saya sudah berniat akan menulis apa saja di waktu senggang ketika berada di sekolah. Ditambah pula salah satu rekan guru berujar: "mis ayo nulis lagi dong". 

"Iya" jawab saya singkat

Ujaran itu mengingatkannya saya untuk menggoreakan pena. Menuangkan tulisan. Ternyata sudah relatif lama saya  tidak menuliskan segala hal ringan yang dapat menjadi sejarah indah dalam kehidupan saya.

Saat itu untuk menjaring ide menulis, saya berkolaborasi dengan beberapa rekan guru. Berbincang berbagai hal. Lebaran, umroh,  pendidikan dan banyak topik ringan lainnya

Salah satu guru bercerita jika dia mengadakan open house saat lebaran. Mempersilahkan orang lain untuk mendatangi rumahnya dan memberikan sekedar rezeki bagi yang datang. Tuan rumah memberikan uang baru. Sedangkan yang datang berburu uang baru.

Ini adalah sebuah tradisi baik saat lebaran. Berbagi kegembiraan. Bukan berarti mengajarkan orang lain untuk menjadi orang yang lemah dengan menerima rezeki. Kita harus selalu positif thinking terkait hal tersebut agar hidup kita lebih indah dan bermakna.

Dia merasakan hal menyenangkan ketika dapat berbagi kebaikan dengan yang lain. Banyak pernak pernik yang terjadi saat open house.

Sementara itu dengan berkelakar, teman lain menunjukkan sejumlah uang baru yang masih tersisa. Belum sempat diberikan kepada target yang dituju. Kamipun saling melempar kelakar. Suasana yang indah.

Perbincangan lainnya tentang sisa uang lebaran seseorang yang masih berjumlah puluhan juta. Saya ditawari apabila ingin menukar uang. Wah...

Sedangkan rekan lain membicarakan putranya yang sedang menuntut ilmu di negeri orang, Yaman. Menggali ilmu keagamaan dalam usia yang  belia, 21 tahun. Usia dan tempat bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.

Dia selalu memberikan motivasi kepada putranya untuk menuntut ilmu sampai tuntas dan mendoakan agar putranya sehat dan sukses. Menjadi penerus dia untuk mengamalkan ilmu agama kepada umat.

 Sejatinya, orang tua hanya dapat membekali ilmu kepada anaknya untuk bekal kehidupannya kelak. Warisan Ilmu akan abadi. Warisan harta akan habis ditelan jaman jika tidak pandai mengolah.

Sudah seharusnya, orang tua membekali anaknya dengan ilmu pengetahuan dan mendoakan serta memotivasinya agar menjadi orang sukses dunia akhirat.

Terkadang kita butuh perbincangan yang ringan tapi penuh makna. Berkolaborasi dengan rekan lainnya untuk memunculkan berbagai hal positif.

Saya keluar dari ruangan yang sejuk. Pamit meninggalkan para rekan karena sudah merasa cukup menjaring ide menulis dengan berbagi cerita.

Terima kasih ya Allah untuk hari ini.

Bertemu dengan orang-orang baik.

Semoga kita semua tetap diberi kesehatan dan rezeki yang oenuh keberkahan. Aamiin.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wiharti